Tradisi Bakatupatan : Wujud Syukur Dan Do'a Tolak Bala Petani Usai Masa Tanam Padi

  • Jan 21, 2026
  • KIM INFO DESA HAPULANG

DESA HAPULANG - Masyarakat Desa Hapulang, kec Haruyan , Kab Hulu Sungai Tengah (HST) , kembali menghidupkan tradisi turun-temurun 'Bakatupatan' sebagai tanda berakhirnya masa tanam padi tahun ini. Ritual yang juga dikenal sebagai tradisi Tolak Bala ini diselanggarakan secara khidmat dimesjid atau langgar setempat pada selasa malam (20/1/2026)

Dari pagi hari , suasana kebersamaan sudah terasa diteras rumah-rumah warga. Para ibu-ibu nampak sibuk mengayam janur atau daun kelapa muda untuk dijadikan selongsong ketupat. Yang kemudian ketupat-ketupat tersebut diisi dengan beras pilihan hasil panen sebelumnya sebagai simbol kemakmuran.

Sesuai tradisi, setiap kepala keluarga membawa sekitar tiga hingga lima bungkus ketupat yang telah matang kerumah ibadah tersebut. Setibanya dimesjid atau langgar , masyarakat mengumpulkan ketupat tersebut kedalam wadah besar yang diletakkan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Tumpukan ketupat ini bukan sekedar hidangan , melainkan simbol kebersamaan dan harapan akan hasil panen yang melimpah serta perlindungan bagi seluruh masyarakat.

'' Kegiatan ini adalah warisan datuk nenek kami, selain memohon perlindungan kepada Allah SWT agar tanaman padi selamat hingga panen , ini juga sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat " ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Acara inti pun dimulai dengan pembacaan do'a tolak bala berjamah , dibawah bimbingan tokoh agama setempat.

Puncak acara ditandai dengan pembagian kembali ketupat yang telah dido'akan kepada seluruh masyarakat yang hadir. Momen yang paling dinanti adalah proses saling tukar - menukar ketupat sendiri dengan ketupat orang lain.

Setelah do'a bersama dan pembagian ketupat selesai masyarakat pulang kerumah masing-masing dengan membawa ketupat hasil pertukaran tersebut untuk dinikmati bersama keluarga dirumah, menandai dimulainya mas tunggu hingga musim panen tiba.